METODOLOGI PENDIDIKAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Action research
OLEH
HJ IKE NILAWATI ROHAENAH
H. AGUS KUSNAYAT
Hj. RIDA NURFARIDA
PENDAHULUAN
Action research atau penelitian tindakan merupakan salah satu bentuk rancangan
penelitian, dalam penelitian tindakan peneliti mendeskripsikan,
menginterpretasi dan menjelaskan suatu situasi sosial pada waktu yang bersamaan
dengan melakukan perubahan atau intervensi dengan tujuan perbaikan atau
partisipasi. Action research dalam pandangan tradisional adalah suatu
kerangka penelitian pemecahan masalah, dimana terjadi kolaborasi antara
peneliti dengan client dalam mencapai tujuan (Kurt Lewin,1973 disitasi
Sulaksana,2004), sedangkan pendapat Davison, Martinsons & Kock (2004),
menyebutkan penelitian tindakan, sebagai sebuah metode penelitian, didirikan
atas asumsi bahwa teori dan praktik dapat secara tertutup diintegrasikan dengan
pembelajaran dari hasil intervensi yang direncanakan setelah diagnosis yang
rinci terhadap konteks masalahnya.
Menurut Gunawan (2007), action
research adalah kegiatan dan atau tindakan perbaikan sesuatu yang
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya digarap secara sistematik dan
sistematik sehingga validitas dan reliabilitasnya mencapai tingkatan riset. Action
research juga merupakan proses yang mencakup siklus aksi, yang mendasarkan
pada refleksi; umpan balik (feedback); bukti (evidence); dan
evaluasi atas aksi sebelumnya dan situasi sekarang. Penelitian tindakan
ditujukan untuk memberikan andil pada pemecahan masalah praktis dalam situasi
problematik yang mendesak dan pada pencapaian tujuan ilmu sosial melalui
kolaborasi patungan dalam rangka kerja etis yang saling berterima (Rapoport,
1970 disitasi Madya,2006). Proses penelitian bersifat dari waktu ke waktu,
antara “finding” pada saat penelitian, dan “action learning”.
Dengan demikian action research menghubungkan antara teori dengan
praktek.
Baskerville (1999), membagi action
research berdasarkan karakteristik model (iteratif, reflektif atau
linear), struktur (kaku atau dinamis), tujuan (untuk pengembangan
organisasi, desain sistem atau ilmu pengetahuan ilmiah) dan bentuk keterlibatan
peneliti (kolaborasi, fasilitatif atau ahli.
Tujuan dan ciri-ciri Penelitan
Tindakan.
Penelitian tindakan bertujuan untuk
memperoleh pengetahuan untuk situasi atau sasaran khusus dari pada pengetahuan
yang secara ilmiah tergeneralisasi. Pada umumnya penelitian tindakan untuk
mencapai tiga hal berikut : (Madya,2006)
- Peningkatan
praktik.
- Peningkatan
(pengembangan profesional) pemahaman praktik dan praktisinya.
- Peningkatan
situasi tempat pelaksanaan praktik.
Hubungan antara peneliti dan hasil
penelitian tindakan dapat dikatan hasil penelitian tindakan dipakai sendiri
oleh penelitinya dan tentu saja oleh orang lain yang menginginkannya dan
penelitiannya terjadi di dalam situasi nyata yang pemecahan masalahnua segera
diperlukan, dan hasil-hasilnya langsung diterapkan/dipraktikkan dalam situasi
terkait. Selain itu, tampak bahwa dalam penelitian tindakan peneliti melakukan
pengelolaan, penelitian, dan sekaligus pengembangan.
Penelitian
tindakan (action research) dilaksanakan bersama-sama paling sedikit dua orang yaitu antara
peneliti dan partisipan atau klien yang berasal dari akademisi ataupun
masyarakat. Oleh karena itu, tujuan yang akan dicapai dari suatu penelitian
tindakan (action research) akan dicapai dan berakhir tidak hanya pada
situasi organisatoris tertentu, melainkan terus dikembangkan berupa aplikasi
atau teori kemudian hasilnya akan di publikasikan ke masyarakat dengan tujuan
riset (Madya,2006).
Sementara itu, peneliti perlu untuk
membuat kerjasama dengan anggota organisasi dalam kegiatan ini, membuat
persetujuan eksplisit dengan klien. Pelaporan secara rutin mengenai jalannya
kegiatan dapat mencerminkan ciri khusus dari kesepakatan ini. Baik peneliti
maupun klien dapat memiliki peran dan tanggungjawab ganda, meskipun ini dapat
berubah selama perjalanan kegiatan berlangsung, tetapi penting untuk menentukan
aturan awal pada bagian luar proyek agar dapat mencegah konflik kepentingan dan
menghindari ancaman terhadap hak prerogatif pribadi atau jabatan mereka. Adalah
sangat penting membuat kesepakatan terlebih dahulu mengenai sasaran dari
penelitian, kemudian dapat dilakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
Berikut tahapan penelitian tindakan (action research) yang dapat
ditempuh yaitu : (Davison, Martinsons & Kock (2004) lihat Gambar berikut : Siklus
action research, (Davison, Martinsons & Kock (2004)
Davison, Martinsons & Kock
(2004), membagi Action research dalam 5 tahapan yang merupakan
siklus, yaitu :
1. Melakukan diagnosa (diagnosing)
Melakukan identifikasi
masalah-masalah pokok yang ada guna menjadi dasar kelompok atau organisasi
sehingga terjadi perubahan, untuk pengembangan situs web pada tahap ini
peneliti mengidentifikasi kebutuhan stakeholder akan situs web, ditempuh
dengan cara mengadakan wawancara mendalam kepada stakeholder yang terkait
langsung maupun yang tidak terkait langsung dengan pengembanga situs web.
2. Membuat rencana tindakan (action planning)
Peneliti dan partisipan bersama-sama
memahami pokok masalah yang ada kemudian dilanjutkan dengan menyusun rencana
tindakan yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang ada, pada tahap ini
pengembangan situs web memasuki tahapan desain situs web. Dengan memperhatikan
kebutuhan stakeholder terhadap situs web penelitian bersama partisipan
memulai membuat sketsa awal dan menentukan isi yang akan ditampilkan nantinya.
3. Melakukan tindakan (action taking)
Peneliti dan partisipan bersama-sama
mengimplementasikan rencana tindakan dengan harapan dapat menyelesaikan
masalah. Selanjutnya setelah model dibuat berdasarkan sketsa dan menyesuaikan
isi yang akan ditampilkan berdasarkan kebutuhan stakeholder dilanjutkan
dengan mengadakan ujicoba awal secara offline kemudian melanjutkan
dengan sewa ruang di internet dengan tujuan situs web dapat ditampilkan secara online.
4. Melakukan evaluasi (evaluating)
Setelah masa implementasi (action
taking) dianggap cukup kemudian peneliti bersama partisipan melaksanakan
evaluasi hasil dari implementasi tadi, dalam tahap ini dilihat bagaimana penerimaan
pegguna terhadap situs web yang ditandai dengan berbagai aktivitas-aktivitas.
5. Pembelajaran (learning)
Tahap ini merupakan bagian akhir
siklus yang telah dilalui dengan melaksanakan review tahap-pertahap yang
telah berakhir kemudian penelitian ini dapat berakhir. Seluruh kriteria dalam
prinsip pembelajaran harus dipelajari, perubahan dalam situasi organisasi
dievaluasi oleh peneliti dan dikomunikasikan kepada klien, peneliti dan klien
merefleksikan terhadap hasil proyek, yang nampak akan dilaporkan secara lengkap
dan hasilnya secara eksplisit dipertimbangkan dalam hal implikasinya terhadap
penerapan Canonical Action Reaserch (CAR). Untuk hal tertentu,
hasilnya dipertimbangkan dalam hal implikasinya untuk tindakan berikutnya dalam
situasi organisasi lebih-lebih kesulitan yang dapat dikaitkan dengan
pengimplementasian perubahan proses.
Hasilnya juga dipertimbangkan untuk
tindakan ke depan yang dapat dilakukan dalam kaitannya dengan domain
penelitian, terutama akibat kegiatan yang terjadi diluar rencana awal (atau
kelambanan) dan cara di mana peneliti dapat kurang hati-hati melakukan
penyelesaian kegiatan dan dalam hal implikasi untuk komunitas penelitian secara
umum dengan mengidentifikasi keuntungan penelitian di masa datang. Di sini,
nilai action research akan terangkat (bahkan sebuah proyek yang gagal
dapat tetap menghasilkan pengetahuan yang bernilai), dan juga merupakan
kekuatan status quo dalam lingkungan (organisasi) sosial untuk mencegah
perubahan dari proses yang telah berlalu.
Dari penjelasan di atas kita dapat
melihat dengan jelas bahwa penelitian tindakan berurusan langsung dengan
praktik di lapangan dalam situasi alami. Penelitiannya adalah pelaku praktik
itu sendiri dan pengguna langsung hasil penelitiannya dengan lingkup ajang penelitian
sangat terbatas. Yang menonjol adalah penelitian tindakan ditujukan untuk
melakukan perubahan pada semua diri pesertanya dan perubahan situasi tempat
penelitian dilakukan guna mencapai perbaikan praktik secara inkremental dan
berkelanjutan (Madya,2006).
Beberapa kawan-kawan di Simkes
angkatan I dan II melaksanakan penelitian dimaksud. Bila anda berminat dengan
penelitian tindakan saran saya :
- Siapkan
Rencana Yang Matang, bila perlu siapkan rencana cadangan.
- Usahan
Schedule ditepati.
- Memperbanyak
dokumentasi selama pelaksanaan penelitian.
- Siapkan
alat perekam yang baik.
- CAR
menurut saya sebaiknya dipergunakan karena mempertegas akhir penelitian.
Pustaka :
Baskerville,L.R. (1999) Journal :
Investigating Information System with Action Research, Association for
Information Systems: Atlanta
Sulaksana,U., (2004), Managemen
Perubahan, Cetakan I, Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta.
Davison, R. M., Martinsons, M. G.,
Kock N., (2004), Journal : Information Systems Journal : Principles
of Canonical Action Research 14, 65–86
Madya, S, (2006) Teori dan
Praktik Penelitian Tindakan (Action Research), Alfabeta: Bandung.
Gunawan, (2004), Makalah untuk
Pertemuan Dosen UKDW yang akan melaksanakan penelitian pada tahun 2005, URL
: http://uny.ac.id, accersed at 19 Mei 2007, 15.25 WIB.
https://chandrax.wordpress.com/2008/07/05/action-research-penelitian-tindakan/ Di Akses Rabu 18-9-2019
pukul 9 : 44 PM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar