Minggu, 13 Oktober 2019

DARI MANA SUMBER INSPIRASI TULISAN?

                                   Oleh
                  H. Ma'mun Zahrudin

*Inspirasi selalu ada, hanya kitalah yang kurang serius!*

Sudah ada niat menulis, tapi bingung mau menulis apa? kadang saya suka bingung, selanjutnya apa yang harus dilakukan?

Kadang kita juga suka nge-blank darimana inspirasinya untuk menyelesaikan topik ini.  Maka disini saya akan uraikan tentang bagaimana cara mencari inspirasi untuk sebuah tulisan.

Pertama, Manusia itu sendiri
Carilah inspirasi dari percakapan yang selalu diomongin oleh orang-orang. Menulis esai itu seperti menulis cerita apa saja. Boleh kritik, boleh juga persetujuan, boleh juga misalnya ungkapan kekesalan.

Misalnya orang-orang ramai dengan masalah kematian pendukung The Jack oleh pendukung persib. Buatlah judul misalnya: “Pilih mana, nyawa manusia atau sepakbola?”.

Atau misalnya ketika orang-orang demam piala dunia bolehlah kita menulis: “Piala Dunia dan Shalat Tahajjud”.

Ketika orang-orang rebut tentang pemilihan presiden, maka bolehlah kita menulis misalnya, “Pemilu dan Kampanye Hitam”,  atau misalnya jika orang-orang rebut tentang poligami, bolehlah misalnya dipilih, “mana yang utama: keluarga poligami atau Monogami”.

Begitu selanjutnya, kita bisa memanfaatkan apa yang hangat dibicarakan orang.

Kedua, Perpustakaan
Kita bisa mencari inspirasi dari buku-buku yang ada di perpustakaan. Bolehlah, misalnya mengambil sebuah buku.

Misalnya, mengambil sebuah buku karya Anthoni Robbin, Unlimited Power, Kekuatan tanpa Batas. Lalu kita baca, dan kita simpulkan isinya, kemudian tulislah dengan kalimat lain dan bahasa kita yang lain. Misalnya: “bagaimana menjadi pribadi yang sukses 1000 kali lipat dari hari ini?”.

Nah, silahkan sahabat, mengeksplor tentang buku-buku apa saja diperpustakaan. Saya yakin sahabat tidak mungkin putus ide.

Saya yakin, jikalau sahabat selama 1 bulan berada di perpustakaan, membuat 1 buku sudah di tangan. Makanya jadikan perpustakaan sebagai sumber inspirasi.

Ketiga, flora dan Fauna
Bolehlah menulis tentang yang berkaitan dengan flora dan fauna. Misalnya, Indonesia negeri yang agraris, tapi mengapa impor beras?. Misalnya lagi, mengapa DOC (bayi ayam), itu dikuasai oleh pihak asing.

Bolehlah misalnya, “bunga edelweiss yang kian jarang kita temui”. Nah silahkan anda mengeksplore apa saja.

Keempat, Gagasan Imajiner
Bolehlah misalnya mencari inspirasi dari gagasan imajiner yang kemudian dihubungkan dengan kekinian.

Misalnya “Superhero abad disruption”, “Sincan dan budaya anak Indonesia”, “meteletubieskan laki-laki”, “Kapten Amerika dan Adikuasa”, “susahnya melawan “rahwana”.

Dan lain sebagainya. Silahkan sahabat melihat film apapun atau mencari gagasan apapun dengan catatan sahabat bisa menarik intisarinya untuk digabungkan dengan respon kekinian.

Kelima, Media Sosial  bolehlah menulis tentang isu-isu yang ramai dibicarakan dalam ruang-ruang sosmed. Kemudian anda bisa jadikan sebagai ide untuk menulis berpendapat di ruang public.

Boleh juga anda menulis tentang gejala-gelaja prilaku pengguna sosmed misalnya: “Antara Hape dan Quran”, “Minat baca sangat baik, namun daya baca sangat minus”.

Nah itulah, ternyata ide-ide atau inspirasi menulis itu selalu ada setiap detiknya. Cuman masalahnya satu: Mau menulis atau enggak?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar