Minggu, 13 Oktober 2019

ROMANTISME GAYA RASULULLAH Puncak Cinta Lelaki pada seorang Perempuan

                                      Oleh
                      H. Ma'mun Zahrudin

Banyak sekali orang orang yang sinis pada Rasulullah Muhammad Saw. Ia menganggap bahwa pernikahan Rasulullah dengan khadijah adalah karena masalah materi belaka.

Ada salah seorang orientalis asal Skotlandia yang mengatakan bahwa Rasulullah romantis itu adalah karena ia takut di depak oleh Khadijah yang kaya raya itu sehingga hilanglah Harta dan kedudukannya dimata sosial.

Ini tentunya sangat tidak benar. Kalau memang Rasul cinta hanya karena materi belaka, mengapa ia mengirim hadiah hadiah kepada teman teman khadijah walau khadijah sudah meninggal.

Rasulullah berkata dalam hadits muslim:

"Sungguh, aku menyukai terhadap kekasih (habibah) khadijah"

Ada juga riwayat lain dari muslim, dimana Rasul berkata:

"Sungguh aku dianugrahi cintanya"

Kalau memang beliau menikah karena harta, mengapa Rasul marah kepada aisyah, istri yang beliau cintai, ketika aisyah cemburu karena Rasul menyebut nama khadijah yang telah wafat itu?

Dalam sebuah riwayat yang saya baca, suatu saat saudari perepuan khadijah yaitu Halah Ra datang ke madinah.

Nabi mendengar suaranya yang mirip dengan suara khadijah. Sebelum melihatnya Rasulullah berkata: "halah...halah ..."

Api cemburu tentunya sangat membakar hati aisyah, perempuan muda yang sangat cerdas dan pintar itu. Ia menceritakan bahwa Rasul hampir tidak keluar rumah, kecuali dengan mengenang khadijah dengan memori yang indah.

Kemudian aisyah berkata: "apa yang kau ingat dari wanita tua dari kelompok wanita tua suku Quraisy yang kedua bibirnya putih?, Dan diwafatkan oleh masa. Dan Allahpun mengganti kan dengan yang lebih baik darinya (HR muslim)

Nabi yang selalu tersenyum, kali ini berbeda. Kedua alisnya tampak jelas urat yang melintang, pertanda menahan amarah, namun ia tetap santun dan berkata:

" Demi Allah, Allah tidak akan mengganti nya untukku siapapun yang lebih baik darinya. Dia percaya padaku ketika orang orang menolakku. Dia membenarkan aku ketika orang orang menilaiku berbohong, dia mendukungku dengan harta ketika orang orang tidak memberiku sesuatu, dan Allah mengerahkan untukku anak anak berbeda dengan istriku-istriku yang lain. (HR. Ahmad dan Thabrani)

Ada lagi cerita lain yang saya ingin tuliskan:

Suatu hari Rasulullah memasuki kota mekkah, beliau berkemah di suatu lokasi tersebut. Lokasi rumah itu bekas rumah khadijah.

Beliau pada hari itu, ditengah kesibukan pasukan muslimin, menyendiri dan berbincang dengan wanita tua sambil bercakap cakap dengan wajah berseri seri.

Aisyah r.a yang melihat hal itu bertanya kepada seseorang yang melihat hal itu. "Siapa itu dan apa yang dibicarakan?".

Ternyata wanita tua itu adalah sahabat dekatnya khadijah. dan pembicaraan Nabi saw. adalah seputar kenangan manis dengan khadijah masa lalu.

Kalau ditelusuri dari kisah diatas dapat dikatakan bahwa nabi memang sangat mencinta khadijah.

Kita melihat cinta Sang Nabi tidak luntur walau sudah menikah dengan aisyah dan istri istri beliau lainnya.

Cintanya melebihi kisah layla majnun atau kisah cinta lainnya.

Cinta Rasulullah pada Khadijah tetap bersemi walau khadijah sudah meninggal.

Sungguh menurut saya inilah the true love sepanjang sejarah.

Melihat khadijah sangat mencintai suaminya, ia cinta segalanya. Ia korbankan apapun demi suaminya, ia tidak terbawa arus isu apapun karena begitu setia dan percaya pada suaminya.

Mari membangun rumah tangga yang bukan selalu mencari kekurangan, tapi mencintai pasangan dengan kelebihan dan kekurangannya.

That's Really true love!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar