SILABUS
DAN RENCANA PERKULIAHAN
Nama Matakuliah : FILSAFAT
ILMU
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Arab
Jenjang :
Doktor (S3)
Dosen :
1. Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, M.S.
2. Dr. H. Husni Thoyyar, M.Pd.
DESKRIPSI
MATAKULIAH
Pada
umumnya, kajian filsafat ilmu di perguruan tinggi meliputi diskusi tentang
hakikat filsafat dan ilmu; konsep penalaran dan jenis-jenis penalaran; landasan
ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu pengetahuan; teori pengetahuan,
batas-batas ilmu, dan kriteria kebenaran ilmu pengetahuan; serta hubungan ilmu
pengetahuan, etika, kebudayaan, dan agama.
Akan
tetapi, diskursus filsafat ilmu pada program doktor tidak cukup hanya mengkaji
topik-topik itu terlepas dari disiplin ilmu lain. Apalagi salah satu tuntutan
kualifikasi program doktor adalah kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan
melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji melalui pendekatan
inter, multi, dan transdisipliner. Maka, kajian filsafat ilmu pada program
doktor pun dintuntut menggunakan pendekatan inter, multi, dan transdisipliner. Pendekatan
interdisipliner (interdisciplinary) adalah pendekatan yang menekankan
pada interaksi intensif antardisiplin, baik yang langsung berhubungan
maupun yang tidak, melalui program-program pem-belajaran dan penelitian, dengan
tujuan melakukan integrasi konsep, metode, dan analisis. Sementara itu, pendekatan
multidisipliner (multidisciplinary) adalah penggabungan sejumlah
disiplin untuk bersama-sama memecahkan masalah tertentu. Adapun transdisipliner
(transdisciplinarity) adalah upaya mengembangkan sebuah teori
baru dengan membangun kaitan dan relasi antar berbagai disiplin. Dari
konteks ini, maka kajian filsafat ilmu pada program doktor mesti memiliki
relasi dengan disiplin ilmu-ilmu lain. Untuk Program Doktor Pendidikan Islam,
kajian filsafat ilmu tidak dapat dilepaskan dari kajian filsafat ilmu-ilmu
sosial (philosophy of the social sciences), filsafat pendidikan,
filsafat Islam, dan penelitian ilmiah.
Selain merujuk
pada pendekatan inter, multi, dan transdisipliner, kajian filsafat ilmu pada
program doktor juga dituntut memperhatikan tiga karaktersitik utama program
doktor, yaitu pendidikan lanjut (advanced), terfokus, dan
kecendekiaan (scholarly). Dengan tiga karakteristik itu, peserta program
doktor memiliki kesempatan memperdalam pengetahuan, memperluas wawasan dan
keterampilan, serta mengembangkan kematangan intelektual mereka. Maka, tema-tema
kajian filsafat ilmu pada Program Doktor Pendidikan Islam juga dituntut fokus
pada paradigma dan asumsi-asumsi dasar yang menjadi basis penelitian dan
pengembangan disiplin ilmu pendidikan Islam.
Lebih
dari itu, kajian filsafat ilmu pada Program Doktor Pendidikan Islam UIN Sunan
Gunung Djati Bandung tidak bisa mengabaikan perkembangan terkini konsep
integrai “ilmu dan agama”, baik di kancah internasional maupun perkembangan di
dalam negeri pada ranah ide dan praksis melalui transformasi sejumlah perguruan
tinggi agama Islam menjadi universitas. Oleh karena itu kajian filsafat ilmu
dalam matakuliah ini juga diarahkan untuk mengeksplorasi berbagai gagasan
keterpaduan ilmu dan agama dan kristalisasinya pada pengembangan landasan
keilmuan beberapa UIN di Tanah Air.
TUJUAN
1.
Memperkuat
landasan akademik mahasiswa dengan cara mereview ulang secara krtitis
konsep-konsep filsafat, ilmu, penalaran, logika, sumber pengetahuan, kriteria
kebenaran, konsep ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
2.
Meningkatkan
kompetensi kritis mahasiswa dalam memaknai filsafat-sains modern melalui konsep
paradigma, revolusi sains, tacit knowledge, dan metode anarkis dari para
pemikir jalur alternatif.
3.
Memberikan
pilihan alternatif penelitian ilmiah melalui kajian sejumlah epistemologi dan
paradigma, terutama paradigma positivisme, pospositivisme, teori kritis, dan konstruktivisme.
4.
Meningkatkan
kemampuan mahasiswa dalam mengelola penelitian bidang ilmu pendidikan Islam
melalui diskusi tentang asumsi-asumsi nomothetic, idiographic, objektivitas, vertehen, erklaren, dan
value free.
5.
Mengembangkan
dasar dan kerangka keilmuan pendidikan Islam melalui diskusi tentang
asumsi-asumsi dasar keilmuan alternatif sebagai basis penelitian pendidikan
serta diskursus tentang filsafat ilmu dan disiplin “ilmu” pendidikan Islam.
6.
Mengembangkan
wawasan mahasiswa tentang perkembangan isu-isu seputar konsep integrasi ilmu,
relasi ilmu dan agama, dan ide Islamisai ilmu pengetahuan.
7.
Memperluas
wawasan mahasiswa tentang berbagai landasan dan paradigma keilmuan yang
menyertai proses transformasi sejumlah IAIN/STAIN menjadi Universitas Islam
Negeri (UIN) di Indonesia
TOPIK
DAN METODE PERLULIAHAN
|
Minggu
ke-
|
Topik*)
|
Metode
|
|
1
|
Filsafat ilmu: Sebuah pengantar
|
Presentasi dosen
|
|
2
|
Kajian kritis terhadap
konsep penalaran, logika, sumber pengetahuan, dan kriteria kebenaran ilmu
pengetahuan modern yang bersumber pada tradisi filsafat Yunani
|
Makalah & Seminar
|
|
3
|
Tinjauan kritis terhadap
ontologi sains modern (hakikat realitas, tafsir metafisika, dan asumsi dasar
ilmu).
|
Makalah & Seminar
|
|
4
|
Kajian kritis terhadap epistemologi
sains modern: Teori pengetahuan, metode ilmiah, hypothetic-deductive, verifikasi,
dan falsifikasi
|
Makalah & Seminar
|
|
5
|
Aksiologi ilmu: Relasi
ilmu, etika, dan tanggung jawab moral ilmuwan
|
Makalah & Seminar
|
|
6
|
Kajian terhadap gerakan
kebangkitan epistemologi (epistemological movement): Scientific
revolution (Thomas S. Kuhn), tacit knowledge (Michael Polanyi), anything
goes (Paul Feyerabend); krisis sains modern (Richard Tarnas); dan ide
besar Fritjof Capra.
|
Makalah & Seminar
|
|
7
|
Positivisme,
Pospositivisme, Teori Kritis, dan Konstruktivisme dalam Perspektif
“Epistemologi Islam”
|
Makalah & Seminar
|
|
8
|
Epistemologi ilmu
pengetahuan “Islam”: Klasik dan Kontemporer
|
Makalah & Seminar
|
|
9
|
Kajian tentang relasi sains
dan agama (Ian G. Barbour dan John F. Haught)
|
Makalah & Seminar
|
|
10
|
Konsep integrasi ”ilmu dan
agama” serta gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan
|
Makalah & Seminar
|
|
11
|
Kajian
terhadap Disertasi tentang paradigma integrasi ilmu UIN di Indonesia (1)
|
Makalah & Seminar
|
|
12
|
Kajian
terhadap Disertasi tentang paradigma integrasi ilmu UIN di Indonesia (2)
|
Makalah & Seminar
|
|
13
|
Kajian
terhadap Disertasi tentang paradigma integrasi ilmu UIN di Indonesia (3)
|
Makalah & Seminar
|
|
14
|
Kajian
terhadap Disertasi tentang paradigma integrasi ilmu UIN di Indonesia (4)
|
Makalah & Seminar
|
*)Topik-topik
dapat dikembangkan ke dalam sejumlah sub-topik sesuai dengan kondisi mahasiswa
STRUKTUR MAKALAH
-
Judul
-
Nama Penulis
-
Abstrak
-
Pendahuluan
-
Pembahasan
-
Simpulan
-
Daftar Pustaka
PENILAIAN
Penilaian didasarkan
pada kehadiran (20%), aktivitas di kelas (15%), kualitas makalah (40%),
presentasi makalah dan kemampuan menjawab pertanyaan (25%).
DAFTAR BACAAN
Abdullah, M.
Amin (1996). Studi Agama: Normativitas atau Historisitas? Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
---------- (2003). Etika Tauhid sebagai Dasar Kesatuan Epistemologi Keilmuan Umum dan Agama: Dari
Paradigma Positivistik-Sekuleristik ke Arah Teoantroposentrik-Integralistik. Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press.
AbuSulayman, AbdulHamid (1985). “Islamization of Knowledge with Special Reference to Political Science”. The American
Journal of Islamic Social Sciences, Volume. 2, No. 2, 1985
---------- (1988). “The Islamization of Knowledge: A New Approach Toward Reform of Contemporary Knowledge”. Dalam Islam:
Source and Purpose of Knowledge. Herndon-Virginia: IIIT, 1988.
---------- (1995). “Orientation Guidelines for the International
Conference on Islamization of Knowledge”. Dalam IIIT, Toward Islamization of Disciplines. Herndon, Viginia: The
American Journal of Islamic Social Sciences.
---------- (2003). Islamization, Science, and Technology in The
Crisis of the Muslim Mind. Kualalumpur: The Association of Muslim
Scientists and Engineers.
Acikgenc, Alparslan (2003). “Holisitic Approach to
Scientific Traditions”. Islam & Science: Journal of Islamic Perspective
on Science, Volume 2, Juni 2004, Number
1.
---------- (2003). “The Islamic Conception of Scientific”.
Islam & Science: Journal of Islamic Perspective on Science, Volume
1, Juni 2003, Number 2.
Al-Attas, Syed M. Naquib (1989). Islam and The Philosophy of Science.
Kualalumpur: Angkatan Muda Belia Islam Malaysia, ABIM.
Al-Faruqi, Isma’il Raji (1982). Islamization of Knowledge: General Principles and Workplan. Herndon-Virginia: The International Institute of Islamic Thought.
---------- (1988). Islamization of Knowledge: Problems, Principles and Prospective, dalam Islam: Source and Purpose of Knowledge.
Herndon-Virginia: IIIT
Bakar, Osman (1992). Hierarki Ilmu: Membangun Rangka-Pikir
Islamisasi Ilmu, diterjemahkan oleh Purwanto dari judul “Classification
of Knowledge in Islam: A Study in Islamic Philosophies of Science”.
Bandung: Mizan.
---------- (2008). Tauhid dan Sains: Perspektif Islam tentang Agama dan Sains. Diterjemahkan oleh Yuliani Liputo & M.S. Nasrulloh dari judul
“Tawhid and Science: Islamic Perspectives on Religion and Science”.
Bandung: Pustaka Hidayah.
Barbour, Ian G. (1990). Religion in an Age of Science. Kanada:
HarperCollins.
---------- (2000). When Science Meets Religion. San
Francisco: HarperCollins.
Boyd,
Richard, Philip Gasper, J.D. Trout (1991). The Philosophy of Science.
Massachusetts Ave: Massachusetts Institute of Technology Press
Butt, Nasim (1996). Sains dan Masyarakat Islam. Bandung:
Pustaka Hidayah.
Feyerabend,
Paul (1993). Against Method. London: Verso
Guba, E. G.,
& Lincoln, Y. S. (1994). Competing Paradigms in Qualitative Research. Dalam
N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), Handbook of Qualitative Research
(hlm. 105-117). Thousand Oaks, CA: Sage.
Haught, John F. (1995). Science and Religion: Form Conflict to
Conversation. New Jersey: Paulist Press.
Kartanegara, Mulyadhi (2002). Menembus Batas Waktu: Panorama Filsafat Islam.
Bandung: Mizan
---------- (2005). Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik.
Bandung: Arasy PT Mizan Pustaka.
Kuhn, Thomas
S. (1996). The Structure of Scientific Revolutions. Chicago: University
of Chicago Press
Ladyman,
James (2002). Understanding Philosophy of Science. London: Routledge
Machamer,
Peter & Michael Silberstein (2008). The Blackwell Guide to the Philosophy
of Science. Oxford: J ohn Wiley & Sons
Nasr, Seyyed Hossein & Oliver Leaman (1996) History of
Islamic Philosophy. London: Routledge
---------- (1989) Islam and the Problem of Modern Science,
dalam Ziauddin Sardar, ed., An Early Crescent: The Future of Knowledge and the
Environment in Islam. London: Mansell.
Natsir, Nanat Fatah (2008) “Merumuskan Landasan Epistemologi
Pengintegrasian Ilmu Qur’aniyyah dan Kawniyyah”, dalam Pandangan Keilmuan
UIN: Wahyu Memandu Ilmu. Bandung: Gunung Djati Press.
---------- (2008) “Kata Pengantar” dalam
Pandangan Keilmuan UIN: Wahyu Memandu Ilmu. Bandung:
Gunung Djati Press.
---------- (2006) Mengembangkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang
Kompetitif dan Unggul dalam Prespektif Wahyu Memandu Ilmu, Laporan Rektor Dalam Rangka Dies Natalis ke-38. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
---------- (2008) “Merumuskan Landasan Epistemologi
Pengintegrasian Ilmu Qur’aniyyah dan Kawniyyah”, dalam “Pengembangan
Pendidikan Tinggi dalam Perspektif Wahyu Memandu Ilmu. Bandung: Gunung Djati Press.
---------- (2007) Transformasi IAIN Sunan Gunung Djati Menjadi
Universitas Sunan Gunung Djati. Laporan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 12 Desember 2007.
--------- (2012) The Next Civilization :
Menggagas Indonesia sebagai Puncak Peradaban Dunia, Bekasi Media Maxima.
Polanyi,
Michael & Amartya Sen
(2009). The Tacit Dimension. Chicago: University of Chicago Press.
Polanyi,
Michael & Harry Prosch (2012). Meaning.
Chicago: University of Chicago Press.
Qadir, Chaudhry Abdul (1991) Filsafat
dan Ilmu Pengetahuan dalam Islam, diterjemahkan dari “Philosophy and
Science in the Islamic World”. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rosenberg,
Alexander (2005). Philosophy of Science: A Contemporary Introduction.
London: Routledge
Soewardi, Herman (2005) Roda berputar Dunia Bergulir, Kognisi Baru
Tentang Timbul-Tenggelamnya Sivilisasi. Bandung: Bakti Mandiri.
---------- (2001) Mempersiapkan Kelahiran Sains Tauhidullah.
Bandung: Bakti Kartini
Suriasumantri,
Jujun S. (2001). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta:
Pustaka Sinar Harapan.
Thoyyar,
Husni (2010). Wahyu Memandu Ilmu dan Penerapannya pada Kurikulum UIN Sunan
Gunung Djati Bandung. Disertasi
Daftar Topik Penulisan Makalah Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Islam
Program Doktor PPs UIN
Sunan Gunung Djati Bandung
|
No
|
Topik*)
|
Nama
Mahasiswa
|
|
1
|
Filsafat ilmu: Sebuah
pengantar
|
||||||||||||||||||||
|
|
2
|
Kajian kritis terhadap konsep
penalaran, logika, sumber pengetahuan, dan kriteria kebenaran ilmu
pengetahuan modern yang bersumber pada tradisi filsafat Yunani
|
|
|
3
|
Tinjauan kritis terhadap
ontologi ilmu (hakikat realitas, tafsir metafisika, dan asumsi dasar ilmu)
dalam perspektif sains modern.
|
|
|
4
5
|
Kajian kritis terhadap epistemologi
ilmu: Teori pengetahuan dan metode ilmiah
Kajian kritis terhadap
epistemologi ilmu: Konsep hypothetic-deductive, verifikasi, dan
falsifikasi
|
|
|
6
7
|
Aksiologi ilmu: Relasi ilmu
dan etika
Tanggung jawab moral
ilmuwan
|
DEDE PUAD
DAN IWAN
|
|
8
9
|
Kajian terhadap gerakan
kebangkitan epistemologi (epistemological movement) 1: Scientific
revolution (Thomas S. Kuhn) dan tacit knowledge (Michael Polanyi)
Kajian terhadap gerakan
kebangkitan epistemologi (epistemological movement) 2: Konsep anything
goes (Paul Feyerabend); krisis sains modern (Richard Tarnas); dan ide
besar Fritjof Capra.
|
|
|
10
|
Positivisme,
Pospositivisme, Teori Kritis, dan Konstruktivisme dalam Perspektif
“Epistemologi Islam”
|
|
|
11
|
Epistemologi ilmu
pengetahuan “Islam”: Klasik dan Kontemporer
|
|
|
12
|
Asumsi-asumsi dasar ilmu
pengetahuan sebagai basis penelitian pendidikan Islam
|
|
|
13
14
|
Kajian tentang relasi sains
dan agama menurut Ian G. Barbour
Kajian tentang relasi sains
dan agama Menurut John F. Haught
|
|
|
15
16
|
Konsep integrasi ilmu dan
agama
Gagasan Islamisasi ilmu
pengetahuan
|
|
|
17
|
Tiplogi integrasi
ilmu-agama dalam pemikiran Islam kontemporer
|
|
|
18
19
20
21
22
23
24
|
Paradigma
keilmuan yang melandasi proses transformasi Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta
Paradigma
Jaring Laba-laba, Intergrasi-Interkoneksi Universitas Islam Negeri Sunan
Kalidjaga Yogyakarta
Paradigma
Pohon Ilmu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Metafora roda
Konsep Wahyu Memandu Ilmu sebagai paradigma
keilmuan
UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Paradigma
keilmuan yang melandasi proses transformasi Universitas Islam Negeri Alauddin
Makassar
Paradigma
keilmuan yang melandasi proses transformasi Universitas Islam Negeri Syarif Qasim
Riau
Paradigma
keilmuan yang melandasi proses transformasi Universitas Islam Negeri Walisongo
Semarang
|
|
|
25
|
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar