Minggu, 06 Oktober 2019

SILABUS FILSAFAT ILMU




SILABUS DAN RENCANA PERKULIAHAN


Nama Matakuliah      : FILSAFAT ILMU
Program Studi            : Pendidikan Bahasa Arab
Jenjang                         : Doktor (S3)
Dosen                            : 1. Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, M.S.
                                         2. Dr. H. Husni Thoyyar, M.Pd.


DESKRIPSI MATAKULIAH
Pada umumnya, kajian filsafat ilmu di perguruan tinggi meliputi diskusi tentang hakikat filsafat dan ilmu; konsep penalaran dan jenis-jenis penalaran; landasan ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu pengetahuan; teori pengetahuan, batas-batas ilmu, dan kriteria kebenaran ilmu pengetahuan; serta hubungan ilmu pengetahuan, etika, kebudayaan, dan agama.
Akan tetapi, diskursus filsafat ilmu pada program doktor tidak cukup hanya mengkaji topik-topik itu terlepas dari disiplin ilmu lain. Apalagi salah satu tuntutan kualifikasi program doktor adalah kemampuan mengembangkan ilmu pengetahuan melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji melalui pendekatan inter, multi, dan transdisipliner. Maka, kajian filsafat ilmu pada program doktor pun dintuntut menggunakan pendekatan inter, multi, dan transdisipliner. Pendekatan interdisipliner (interdisciplinary) adalah pendekatan yang menekankan pada interaksi intensif antardisiplin, baik yang langsung berhubungan maupun yang tidak, melalui program-program pem-belajaran dan penelitian, dengan tujuan melakukan integrasi konsep, metode, dan analisis. Sementara itu, pendekatan multidisipliner (multidisciplinary) adalah penggabungan sejumlah disiplin untuk bersama-sama memecahkan masalah tertentu. Adapun transdisipliner (transdisciplinarity) adalah upaya mengembangkan sebuah teori baru dengan membangun kaitan dan relasi antar berbagai disiplin. Dari konteks ini, maka kajian filsafat ilmu pada program doktor mesti memiliki relasi dengan disiplin ilmu-ilmu lain. Untuk Program Doktor Pendidikan Islam, kajian filsafat ilmu tidak dapat dilepaskan dari kajian filsafat ilmu-ilmu sosial (philosophy of the social sciences), filsafat pendidikan, filsafat Islam, dan penelitian ilmiah.
Selain merujuk pada pendekatan inter, multi, dan transdisipliner, kajian filsafat ilmu pada program doktor juga dituntut memperhatikan tiga karaktersitik utama program doktor, yaitu pendidikan lanjut (advanced), terfokus, dan kecendekiaan (scholarly). Dengan tiga karakteristik itu, peserta program doktor memiliki kesempatan memperdalam pengetahuan, memperluas wawasan dan keterampilan, serta mengembangkan kematangan intelektual mereka. Maka, tema-tema kajian filsafat ilmu pada Program Doktor Pendidikan Islam juga dituntut fokus pada paradigma dan asumsi-asumsi dasar yang menjadi basis penelitian dan pengembangan disiplin ilmu pendidikan Islam.
Lebih dari itu, kajian filsafat ilmu pada Program Doktor Pendidikan Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak bisa mengabaikan perkembangan terkini konsep integrai “ilmu dan agama”, baik di kancah internasional maupun perkembangan di dalam negeri pada ranah ide dan praksis melalui transformasi sejumlah perguruan tinggi agama Islam menjadi universitas. Oleh karena itu kajian filsafat ilmu dalam matakuliah ini juga diarahkan untuk mengeksplorasi berbagai gagasan keterpaduan ilmu dan agama dan kristalisasinya pada pengembangan landasan keilmuan beberapa UIN di Tanah Air.
TUJUAN
1.       Memperkuat landasan akademik mahasiswa dengan cara mereview ulang secara krtitis konsep-konsep filsafat, ilmu, penalaran, logika, sumber pengetahuan, kriteria kebenaran, konsep ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
2.      Meningkatkan kompetensi kritis mahasiswa dalam memaknai filsafat-sains modern melalui konsep paradigma, revolusi sains, tacit knowledge, dan metode anarkis dari para pemikir jalur alternatif.
3.      Memberikan pilihan alternatif penelitian ilmiah melalui kajian sejumlah epistemologi dan paradigma, terutama paradigma positivisme, pospositivisme, teori kritis, dan konstruktivisme.
4.      Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengelola penelitian bidang ilmu pendidikan Islam melalui diskusi tentang asumsi-asumsi nomothetic, idiographic, objektivitas, vertehen, erklaren, dan value free.
5.      Mengembangkan dasar dan kerangka keilmuan pendidikan Islam melalui diskusi tentang asumsi-asumsi dasar keilmuan alternatif sebagai basis penelitian pendidikan serta diskursus tentang filsafat ilmu dan disiplin “ilmu” pendidikan Islam.
6.      Mengembangkan wawasan mahasiswa tentang perkembangan isu-isu seputar konsep integrasi ilmu, relasi ilmu dan agama, dan ide Islamisai ilmu pengetahuan.
7.      Memperluas wawasan mahasiswa tentang berbagai landasan dan paradigma keilmuan yang menyertai proses transformasi sejumlah IAIN/STAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia

TOPIK DAN METODE PERLULIAHAN
Minggu ke-
Topik*)
Metode
1
Filsafat ilmu: Sebuah pengantar
Presentasi dosen
2
Kajian kritis terhadap konsep penalaran, logika, sumber pengetahuan, dan kriteria kebenaran ilmu pengetahuan modern yang bersumber pada tradisi filsafat Yunani
Makalah & Seminar
3
Tinjauan kritis terhadap ontologi sains modern (hakikat realitas, tafsir metafisika, dan asumsi dasar ilmu).
Makalah & Seminar
4
Kajian kritis terhadap epistemologi sains modern: Teori pengetahuan, metode ilmiah, hypothetic-deductive, verifikasi, dan falsifikasi
Makalah & Seminar
5
Aksiologi ilmu: Relasi ilmu, etika, dan tanggung jawab moral ilmuwan
Makalah & Seminar
6
Kajian terhadap gerakan kebangkitan epistemologi (epistemological movement): Scientific revolution (Thomas S. Kuhn), tacit knowledge (Michael Polanyi), anything goes (Paul Feyerabend); krisis sains modern (Richard Tarnas); dan ide besar Fritjof Capra.
Makalah & Seminar
7
Positivisme, Pospositivisme, Teori Kritis, dan Konstruktivisme dalam Perspektif “Epistemologi Islam”
Makalah & Seminar
8
Epistemologi ilmu pengetahuan “Islam”: Klasik dan Kontemporer
Makalah & Seminar
9
Kajian tentang relasi sains dan agama (Ian G. Barbour dan John F. Haught)
Makalah & Seminar
10
Konsep integrasi ”ilmu dan agama” serta gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan
Makalah & Seminar
11
Kajian terhadap Disertasi tentang paradigma integrasi ilmu UIN di Indonesia (1)
Makalah & Seminar
12
Kajian terhadap Disertasi tentang paradigma integrasi ilmu UIN di Indonesia (2)
Makalah & Seminar
13
Kajian terhadap Disertasi tentang paradigma integrasi ilmu UIN di Indonesia (3)
Makalah & Seminar
14
Kajian terhadap Disertasi tentang paradigma integrasi ilmu UIN di Indonesia (4)
Makalah & Seminar
*)Topik-topik dapat dikembangkan ke dalam sejumlah sub-topik sesuai dengan kondisi mahasiswa
STRUKTUR MAKALAH
-          Judul
-          Nama Penulis
-          Abstrak
-          Pendahuluan
-          Pembahasan
-          Simpulan
-          Daftar Pustaka

PENILAIAN
Penilaian didasarkan pada kehadiran (20%), aktivitas di kelas (15%), kualitas makalah (40%), presentasi makalah dan kemampuan menjawab pertanyaan (25%).



DAFTAR BACAAN

Abdullah, M. Amin (1996). Studi Agama: Normativitas atau Historisitas? Yogyakarta: Pustaka Pelajar
---------- (2003). Etika Tauhid sebagai Dasar Kesatuan Epistemologi Keilmuan Umum dan Agama: Dari Paradigma Positivistik-Sekuleristik ke Arah Teoantroposentrik-Integralistik. Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press.
AbuSulayman, AbdulHamid (1985). “Islamization of Knowledge with Special Reference to Political Science”. The American Journal of Islamic Social Sciences, Volume. 2, No. 2, 1985
---------- (1988). “The Islamization of Knowledge: A New Approach Toward Reform of Contemporary Knowledge”. Dalam Islam: Source and Purpose of Knowledge. Herndon-Virginia: IIIT, 1988.
---------- (1995). “Orientation Guidelines for the International Conference on Islamization of Knowledge”. Dalam IIIT, Toward Islamization of Disciplines. Herndon, Viginia: The American Journal of Islamic Social Sciences.
---------- (2003). Islamization, Science, and Technology in The Crisis of the Muslim Mind. Kualalumpur: The Association of Muslim Scientists and Engineers.
Acikgenc, Alparslan (2003).Holisitic Approach to Scientific Traditions”. Islam & Science: Journal of Islamic Perspective on Science, Volume 2, Juni 2004, Number 1.
---------- (2003).The Islamic Conception of Scientific”. Islam & Science: Journal of Islamic Perspective on Science, Volume 1, Juni 2003, Number 2.
Al-Attas, Syed M. Naquib (1989). Islam and The Philosophy of Science. Kualalumpur: Angkatan Muda Belia Islam Malaysia, ABIM.
Al-Faruqi, Isma’il Raji (1982). Islamization of Knowledge: General Principles and Workplan. Herndon-Virginia: The International Institute of Islamic Thought.
---------- (1988). Islamization of Knowledge: Problems, Principles and Prospective, dalam Islam: Source and Purpose of Knowledge. Herndon-Virginia: IIIT
Bakar, Osman (1992). Hierarki Ilmu: Membangun Rangka-Pikir Islamisasi Ilmu, diterjemahkan oleh Purwanto dari judul “Classification of Knowledge in Islam: A Study in Islamic Philosophies of Science”. Bandung: Mizan.
---------- (2008). Tauhid dan Sains: Perspektif Islam tentang Agama dan Sains. Diterjemahkan oleh Yuliani Liputo & M.S. Nasrulloh dari judul “Tawhid and Science: Islamic Perspectives on Religion and Science”. Bandung: Pustaka Hidayah.
Barbour, Ian G. (1990). Religion in an Age of Science. Kanada: HarperCollins.
---------- (2000). When Science Meets Religion. San Francisco: HarperCollins.
Boyd, Richard, Philip Gasper, J.D. Trout (1991). The Philosophy of Science. Massachusetts Ave: Massachusetts Institute of Technology Press
Butt, Nasim (1996). Sains dan Masyarakat Islam. Bandung: Pustaka Hidayah.
Feyerabend, Paul (1993). Against Method. London: Verso
Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing Paradigms in Qualitative Research. Dalam N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), Handbook of Qualitative Research (hlm. 105-117). Thousand Oaks, CA: Sage.
Haught, John F. (1995). Science and Religion: Form Conflict to Conversation. New Jersey: Paulist Press.
Kartanegara, Mulyadhi (2002). Menembus Batas Waktu: Panorama Filsafat Islam. Bandung: Mizan
---------- (2005). Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik. Bandung: Arasy PT Mizan Pustaka.
Kuhn, Thomas S. (1996). The Structure of Scientific Revolutions. Chicago: University of Chicago Press
Ladyman, James (2002). Understanding Philosophy of Science. London: Routledge
Machamer, Peter & Michael Silberstein (2008). The Blackwell Guide to the Philosophy of Science. Oxford: J ohn Wiley & Sons
Nasr, Seyyed Hossein & Oliver Leaman (1996) History of Islamic Philosophy. London: Routledge
---------- (1989) Islam and the Problem of Modern Science, dalam Ziauddin Sardar, ed., An Early Crescent: The Future of Knowledge and the Environment in Islam. London: Mansell.
Natsir, Nanat Fatah (2008) “Merumuskan Landasan Epistemologi Pengintegrasian Ilmu Qur’aniyyah dan Kawniyyah”, dalam Pandangan Keilmuan UIN: Wahyu Memandu Ilmu. Bandung: Gunung Djati Press.
---------- (2008) “Kata Pengantar” dalam Pandangan Keilmuan UIN: Wahyu Memandu Ilmu. Bandung: Gunung Djati Press.
---------- (2006) Mengembangkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Kompetitif dan Unggul dalam Prespektif Wahyu Memandu Ilmu, Laporan Rektor Dalam Rangka Dies Natalis ke-38. Bandung: UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
---------- (2008) “Merumuskan Landasan Epistemologi Pengintegrasian Ilmu Qur’aniyyah dan Kawniyyah”, dalam “Pengembangan Pendidikan Tinggi dalam Perspektif Wahyu Memandu Ilmu. Bandung: Gunung Djati Press.
---------- (2007) Transformasi IAIN Sunan Gunung Djati Menjadi Universitas Sunan Gunung Djati. Laporan Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 12 Desember 2007.
--------- (2012) The Next Civilization : Menggagas Indonesia sebagai Puncak Peradaban Dunia, Bekasi Media Maxima.
Polanyi, Michael & Amartya Sen (2009). The Tacit Dimension. Chicago: University of Chicago Press.
Polanyi, Michael  & Harry Prosch (2012). Meaning. Chicago: University of Chicago Press.
Qadir,  Chaudhry Abdul (1991) Filsafat dan Ilmu Pengetahuan dalam Islam, diterjemahkan dari “Philosophy and Science in the Islamic World”. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Rosenberg, Alexander (2005). Philosophy of Science: A Contemporary Introduction. London: Routledge
Soewardi, Herman (2005) Roda berputar Dunia Bergulir, Kognisi Baru Tentang Timbul-Tenggelamnya Sivilisasi. Bandung: Bakti Mandiri.
---------- (2001) Mempersiapkan Kelahiran Sains Tauhidullah. Bandung: Bakti Kartini
Suriasumantri, Jujun S. (2001). Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Thoyyar, Husni (2010). Wahyu Memandu Ilmu dan Penerapannya pada Kurikulum UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Disertasi





Daftar Topik Penulisan Makalah Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Islam
Program Doktor PPs UIN Sunan Gunung Djati Bandung

No
Topik*)
Nama Mahasiswa
1
Filsafat ilmu: Sebuah pengantar
||||||||||||||||||||
2
Kajian kritis terhadap konsep penalaran, logika, sumber pengetahuan, dan kriteria kebenaran ilmu pengetahuan modern yang bersumber pada tradisi filsafat Yunani

3
Tinjauan kritis terhadap ontologi ilmu (hakikat realitas, tafsir metafisika, dan asumsi dasar ilmu) dalam perspektif sains modern.

4

5
Kajian kritis terhadap epistemologi ilmu: Teori pengetahuan dan metode ilmiah
Kajian kritis terhadap epistemologi ilmu: Konsep hypothetic-deductive, verifikasi, dan falsifikasi

6
7
Aksiologi ilmu: Relasi ilmu dan etika
Tanggung jawab moral ilmuwan
DEDE PUAD
DAN IWAN
8


9

Kajian terhadap gerakan kebangkitan epistemologi (epistemological movement) 1: Scientific revolution (Thomas S. Kuhn) dan tacit knowledge (Michael Polanyi)
Kajian terhadap gerakan kebangkitan epistemologi (epistemological movement) 2: Konsep anything goes (Paul Feyerabend); krisis sains modern (Richard Tarnas); dan ide besar Fritjof Capra.

10
Positivisme, Pospositivisme, Teori Kritis, dan Konstruktivisme dalam Perspektif “Epistemologi Islam”

11
Epistemologi ilmu pengetahuan “Islam”: Klasik dan Kontemporer

12
Asumsi-asumsi dasar ilmu pengetahuan sebagai basis penelitian pendidikan Islam

13

14
Kajian tentang relasi sains dan agama menurut Ian G. Barbour
Kajian tentang relasi sains dan agama Menurut John F. Haught

15
16
Konsep integrasi ilmu dan agama
Gagasan Islamisasi ilmu pengetahuan

17
Tiplogi integrasi ilmu-agama dalam pemikiran Islam kontemporer

18

19

20

21

22

23


24
Paradigma keilmuan yang melandasi proses transformasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Paradigma Jaring Laba-laba, Intergrasi-Interkoneksi Universitas Islam Negeri Sunan Kalidjaga Yogyakarta
Paradigma Pohon Ilmu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Metafora roda Konsep Wahyu Memandu Ilmu sebagai paradigma keilmuan UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Paradigma keilmuan yang melandasi proses transformasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Paradigma keilmuan yang melandasi proses transformasi Universitas Islam Negeri Syarif Qasim Riau
Paradigma keilmuan yang melandasi proses transformasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

25




Tidak ada komentar:

Posting Komentar