Jumat, 18 Oktober 2019

WRITING KUMAHA AING

Tips Jitu, Latihan Praktis dalam Menulis Bebas.

Sahabat, sebenarnya menulis itu ada dua macam sifatnya. Ada menulis bebas, ada juga menulis yang sifatnya terikat. Saya kali ini menyampaikan menulis yang sifatnya “bebas”.

Ada yang bilang namanya “free writing”, ada juga yang bilang “writing without teacher, mungkin saya akan bilang, writing kumaha aing (menulis gimana gue).

Saya terinspirasi dari Hernowo Hasim, bahwa sebenarnya kita bisa menulis walau sederhana untuk mengikat makna.

Yang dimaksud menulis mengikat makna adalah kegiatan untuk menuliskan makna makna baik dari buku atau dari ucapan, ucapan seseorang, atau dari internet dan lain sebagainya dengan cara “diikat” supaya tidak hilang begitu saja.

Dengan menulis mengikat makna maka apa yang telah kita terima baik dari bacaan atau ucapan, tidak akan hilang. Sehingga kita akan dapat menikmatinya suatu saat nanti.

Sahabat, ada juga ucapan dari Imam Ali bin Abu Thalib sebagai berikut:
Ikatlah ilmu dengan Menuliskannya (Imam Ali bin Abi Thalib)*

Ada juga kata-kata dari imam syafii:

Ilmu bagaikan binatang buruan, sedangkan pena adalah pengikatnya, maka ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat. Alangkah bodohnya jika kamu mendapatkan kijang (binatang buruan), tetapi kamu tidak mengikatnya, sehingga binatang buruan itu lepas kembali. (Imam Syafii)

Sahabat, ketika sahabat mengikat makna atau menuliskannya apa yang terjadi, maka sebetulnya sahabat sedang belajar untuk menuliskan gagasan. Baik dari kata-katanya, strukturnya, maupun pesannya.

Menulis bebas sesungguhnya adalah menulis tentang apa yang kita ketahui.

Menuliskan tentang apa yang kita temukan, menuliskan tentang makna makna yang menyentuh terhadap diri kita. Ketika kita menulis bebas, gak usah pake guru, cukup menulis bebas saja, insyaallah dalam beberapa bulan akan terbit sebuah buku.

Nah Bagaimanakah cara untuk menulis bebas itu alias menulis kumaha aing (gimana gue) itu? Berikut ini penjelasannya:

*Pertama*, Intisari dari menulis sebenarnya adalah kebiasaan.
Bagus dan berkualitasnnya menulis seseorang menurut saya, sebetulnya adalah faktor kebiasaan.

Tanpa ada kebiasaan yang baik tidak akan hebat. Tentu saja kebiasaan ini dibangun bukan sehari dua hari, melainkan tahunan.  Dalam hal ini Aristoteles berkata:

*Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Keunggulan bukanlah sebuah tindakan, melainkan sebuah kebiasaan. (Aristoteles)*

*kedua*, Siapkan 15 menit saja untuk menulis setiap hari
Ambilah pulpen dan kertas, kemudian biasakanlah menulis 15 menit per hari. Jangan takut menulis apapun. Apa yang ada di kepala dituliskan. Bila sulit untuk menulis, maka ambilah sebuah buku lalu tuliskanlah intinya.

Tuliskanlah intisari dari sebuah buku, bukan untuk orang lain. Tapi untuk diri sendiri. Menulislah untuk diri sendiri jangan untuk orang lain. Inilah yang dimaksud dengan self writing.

*Ketiga*, Kumpulkan setelah 30 hari.
Kalau saya mengistilahkannya dengan dengan sebutan *sabu-sabu*. Yaitu satu bulan satu buku. Dimana ini merupakan akumulasi dari tulisan hari demi hari yang kemudian dikemas lalu dijilid maka jadilah sebuah buku yang renyah untuk dibaca.

Sangat bagus jika Sahabat menulisnya dengan tematik. Misalnya kalau yang guru tentang keguruan, atau yang suka dengan motivasi, menulis tentang motivasi. Sehingga nanti bisa dikumpulkan dalam sebuah buku yang cantik.

*Keempat*, Sharinglah bukunya ke orang lain.
Ketika kita punya gagasan, jangan dimiliki sendiri. Bagikanlah kepada orang lain, sebab bisa jadi orang lain terinspirasi, sehingga kehidupannya berubah. Dan akhirnya kita mendapat pahala dari apa yang telah kita kerjakan.

Jangan ragu, jangan malu, percaya diri saja, niatkanlah ibadah.

Jika tidak sanggu mencetak dalam jumlah banyak, cetaklah satu, dua atau tiga. Dengan demikian ikatan makna dari tulisan kita akan bermanfaat tidak bagi diri kita saja, melainkan bagi orang lain.

Demikian ya,  semoga bisa menjadi jalan amal jariyah supaya kita semua bisa mengikat makna dengan tali yang kuat yaitu TULISAN.

Salam,
Alfaqir
Ma'mun Zahrudin (MZ)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar